Kembali ke Blog
Teknologi Studi Kasus AI Internasional

Sukses Implementasi AI Tax Helpline di Korea Selatan

Arunika Consulting

Penerapan teknologi AI Tax Helpline oleh National Tax Service (NTS) di Korea Selatan merupakan contoh sukses transformasi digital dalam pelayanan perpajakan yang diluncurkan pada tahun 2024. Teknologi ini menggunakan pengenalan suara berbasis kecerdasan buatan untuk memberikan layanan konsultasi melalui telepon.

Berikut adalah rincian penerapan dan dampaknya:

1. Pelatihan dan Basis Data

Sistem AI ini dilatih menggunakan lebih dari 2 juta catatan pertanyaan wajib pajak, serta sejumlah besar ketentuan perpajakan, putusan pajak, dan preseden yudisial. Hal ini memungkinkan sistem untuk memahami dan menjawab berbagai pertanyaan wajib pajak secara akurat dan kontekstual.

2. Mekanisme Kerja

Proses interaksi AI Tax Helpline berjalan sebagai berikut:

  • Verifikasi Identitas: Ketika wajib pajak menelepon untuk meminta bantuan (misalnya setelah menerima pemberitahuan pelaporan), asisten virtual akan menjawab dan memverifikasi identitas penelepon menggunakan nomor telepon yang terdaftar dalam basis data.
  • Informasi yang Disesuaikan: Sistem memberikan informasi dasar yang disesuaikan (tailored) secara spesifik dengan kebutuhan wajib pajak tersebut.
  • Dukungan Real-Time: Selama panggilan berlangsung, sistem mengirimkan sumber daya tambahan seperti Frequently Asked Questions (FAQ), tautan video, dan instruksi langkah demi langkah melalui pesan teks secara real-time.
  • Tindak Lanjut: Setelah panggilan selesai, wajib pajak dapat mengklik tautan yang diberikan untuk langsung mengakses bagian pelaporan dan melanjutkan proses pelaporan pajak mereka.

3. Dampak Signifikan terhadap Kinerja

Implementasi teknologi ini memberikan peningkatan efisiensi yang drastis bagi NTS:

  • Tingkat Jawaban Panggilan: Tingkat keberhasilan menjawab panggilan meningkat tajam dari hanya 26% pada tahun 2023 menjadi 98% pada tahun 2024.
  • Volume Panggilan: NTS berhasil menjawab total 1,42 juta panggilan, yang merupakan 2,5 kali lipat lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Kontribusi AI: Sekitar 74% dari panggilan tersebut dikelola sepenuhnya oleh asisten virtual berbasis suara tanpa intervensi manusia.
  • Efisiensi Sumber Daya: Dampak efisiensi dari implementasi sistem AI ini setara dengan merekrut 1.000 pegawai tambahan.