Akuntansi & Pembukuan KBLI 73100 Risiko Sedang

Jasa Akuntansi & Pembukuan Digital Agency

Sistem pembukuan khusus digital agency: multi-fee structure, media buying pass-through, WIP campaign, PPN 11% periklanan. Untuk agency 3 staff hingga 50+ staff multi-cabang.

Konsultasi Pembukuan Agency
A
B
C
14+ Digital Agency Terbantu
Tentang implementasi pembukuan di digital agency Jakarta, Bandung, dan Surabaya

Tantangan Umum

Fee Structure Kompleks

Agency digital melayani multi-fee structure: retainer bulanan (untuk social media management), project-based (untuk campaign), performance-based (untuk ads dengan komisi), dan pass-through media buying. Tracking margin per fee structure berbeda memerlukan sistem.

Media Buying Pass-Through

Agency menerima uang dari klien untuk media buying (Facebook Ads, Google Ads, TikTok Ads), diteruskan ke platform, dan charge management fee 10-20%. Tanpa rekonsiliasi yang rapi, sering ada selisih antara uang yang diterima dan yang dibayarkan, dan PPN pass-through menjadi bermasalah.

WIP Campaign Multi-Minggu

Campaign digital berjalan 2-12 minggu (creative production, media planning, execution, reporting). Biaya keluar dari awal (gaji creative, software), tapi fee diterima bertahap (DP 30%, mid-campaign 30%, completion 40%). WIP perlu dihitung per akhir minggu/bulan.

PPN Pass-Through Media Buying

Saat agency menerima uang untuk media buying dan diteruskan ke platform, PPN 11% berlaku untuk jasa agency (management fee), bukan untuk pass-through media (yang biasanya tidak kena PPN tambahan). Tracking PPN yang benar sering menjadi sumber sengketa saat audit.

Multi-Client dengan Margin Berbeda

Agency melayani multi-client dengan margin berbeda: korporat (margin medium-tinggi, volume besar), UMKM (margin tipis, volume kecil), dan pemerintah (margin standar, birokrasi). Tracking per client penting untuk optimalisasi.

Subkontraktor Kreatif

Agency sering menggunakan subkontraktor: fotografer freelance, videografer, ilustrator, voice talent, dan influencer. Subkontraktor dikenai PPh 21 (jika pekerjaan oleh perorangan) atau PPh 23 (jika oleh badan usaha).

Solusi Kami

1

Modul Multi-Fee Structure

Setup pembukuan yang mengelola multi-fee structure: retainer bulanan, project-based, performance-based, dan media buying pass-through. Termasuk tracking margin per fee structure.

  • Multi-fee terkelola
  • Margin per fee terukur
  • Reporting rapi
2

Modul Media Buying Pass-Through

Setup tracking media buying: uang masuk dari klien, diteruskan ke platform, dan management fee terpisah. Termasuk rekonsiliasi bulanan dengan laporan platform, dan identifikasi selisih.

  • Media buying terkontrol
  • Rekonsiliasi rapi
  • Selisih hilang
3

Modul WIP Campaign

Setup tracking WIP per campaign: biaya yang sudah dikeluarkan (gaji, software, freelance) di akhir periode, dan persentase progres. Termasuk automatic WIP rollover saat fee diterima.

  • WIP akurat
  • Laba per periode tepat
  • Margin per campaign terukur
4

Modul Compliance PPN Pass-Through

Setup sistem compliance PPN: PPN 11% untuk management fee (bukan pass-through media), faktur pajak terpisah, dan rekonsiliasi dengan SPT Masa PPN. Termasuk dokumentasi untuk audit.

  • PPN compliant
  • Faktur pajak rapi
  • Audit lancar
5

Modul Multi-Client dengan Margin Tracking

Setup pembukuan per client dengan fee structure, payment terms, dan standar kontrak berbeda. Termasuk tracking margin per client dan konsolidasi.

  • Margin per client terukur
  • Channel optimal teridentifikasi
  • Pricing strategy terdukung
6

Modul Subkontraktor Kreatif

Setup tracking subkontraktor: freelance (PPh 21 sesuai PTKP) atau badan usaha (PPh 23, 2%). Termasuk rekonsiliasi bulanan dan bukti potong.

  • Subkontraktor terkelola
  • PPh 21/23 compliant
  • Bukti potong rapi

Bagaimana Kami Bekerja

1

Assessment Skala & Fee Structure

Analisis skala agency (jumlah staff, fee structure, client mix), sistem pencatatan existing, dan pain point (media buying, WIP, multi-client).

2

Setup Chart of Account & Template

Penyusunan chart of account khusus agency, template WIP per campaign, format retainer billing, dan prosedur media buying pass-through.

3

Migrasi Data & Integrasi

Migrasi data client, campaign, dan fee historis. Integrasi dengan software agency management dan software akuntansi.

4

Pelaporan Bulanan & Review

Laporan keuangan bulanan dengan analisis margin per campaign, per client, dan per fee structure. Review cash flow dan profitabilitas.

Regulasi Pajak Terkait

PSAK 14

Persediaan

Persediaan agency (kertas, banner, merchandise) yang digunakan untuk produksi campaign. Termasuk WIP untuk campaign yang berjalan multi-minggu (creative production, media buying).

PSAK 16

Aset Tetap

Peralatan agency (workstation, kamera, lighting, software license capitalized) dicatat sebagai aset tetap. Software seperti Adobe Creative Suite biasanya subscription (beban langsung), tapi custom development bisa capitalized.

PSAK 19

Aset Tak Berwujud

Brand agency, portofolio proprietary, dan custom software dapat diakui sebagai aset tak berwujud jika memenuhi kriteria PSAK 19.

PSAK 72

Pendapatan dari Kontrak dengan Customer

Pendapatan agency dari multi-channel (creative, media buying, digital marketing, branding) diakui saat transfer kontrol deliverable. Termasuk fee structure: retainer bulanan, project-based, dan performance-based.

PP 55/2022

PPh Final UMKM

Agency digital UMKM dengan omzet di bawah Rp 4,8 Miliar dapat memilih PPh Final 0,5%. Untuk agency dengan banyak creative senior, perlu disimulasikan vs tarif umum.

PPN Jasa Periklanan

UU PPN 42/2009

Jasa periklanan (termasuk digital marketing) adalah jasa kena PPN 11%. Agency yang melayani klien korporat PKP wajib membuat faktur pajak PPN 11%. Termasuk biaya media buying yang diteruskan ke klien (pass-through) juga kena PPN.

Butuh Bantuan untuk Bisnis Akuntansi & Pembukuan Digital Agency (Periklanan & Marketing)?

Konsultasikan kebutuhan pembukuan dan perpajakan bisnis Anda dengan tim profesional kami. Gratis konsultasi awal.

Konsultasi Gratis via WhatsApp

Pertanyaan Umum (FAQ)

Berapa biaya investasi awal untuk sistem pembukuan digital agency?

Untuk agency kecil (3-10 staff), investasi awal berkisar Rp 3-5 juta/bulan (pembukuan + SPT). Agency menengah (10-30 staff) berkisar Rp 6-12 juta/bulan termasuk multi-fee, WIP, dan media buying. Agency besar (30+ staff, multi-cabang) berkisar Rp 15-30 juta/bulan termasuk konsolidasi, multi-client, dan audit support. Hubungi Arunika untuk proposal sesuai skala.

Bagaimana PPN 11% berlaku untuk digital agency?

Jasa periklanan (termasuk digital marketing) adalah jasa kena PPN 11% sesuai UU PPN 42/2009. Agency yang melayani klien korporat PKP wajib membuat faktur pajak PPN 11% untuk management fee (bukan pass-through media). Media buying pass-through (uang yang diteruskan ke platform) biasanya tidak kena PPN tambahan, hanya management fee yang kena. Tracking yang benar: PPN 11% atas management fee, dan pass-through media dicatat terpisah sebagai liabilitas (uang titipan klien). Tanpa tracking benar, PPN menjadi overcharged atau undercharged, kena koreksi saat audit.

Bagaimana cara menghitung margin per campaign?

Margin per campaign dihitung: revenue per campaign (fee + media buying pass-through) - biaya per campaign (gaji creative yang teralokasi × jam kerja + software + freelance + media pass-through + alokasi overhead). Contoh: campaign fee Rp 50 juta, pass-through media Rp 100 juta (total revenue Rp 150 juta). Biaya: gaji creative (Rp 20 juta) + software (Rp 2 juta) + freelance (Rp 5 juta) + pass-through media (Rp 100 juta) + overhead (Rp 5 juta) = Rp 132 juta. Margin: Rp 18 juta (12%). Tanpa tracking per campaign, margin terlihat pada level aggregate dan tidak teridentifikasi campaign tidak profitable.

Apakah freelancer yang dibayar oleh agency kena pajak?

Ya, freelancer yang dibayar oleh agency dikenai pajak. Untuk freelancer perorangan (fotografer, videografer, ilustrator, influencer): dipotong PPh 21 sesuai PTKP. Untuk badan usaha (CV/PT freelancer): dipotong PPh 23 (2% dari nilai jasa) jika bukan PKP, atau sebaliknya. Freelance yang兼职兼收入 (penghasilan dari beberapa agency) wajib lapor SPT Tahunan. Agency yang tidak memotong PPh untuk freelancer kena temuan saat audit DJP. Penting: klasifikasi freelancer (perorangan vs badan usaha) jelas di kontrak.

Berapa biaya jasa konsultan pajak untuk digital agency?

Biaya bervariasi sesuai skala: agency kecil (3-10 staff) berkisar Rp 3-5 juta/bulan. Agency menengah (10-30 staff) berkisar Rp 6-12 juta/bulan termasuk multi-fee, WIP, dan media buying. Agency besar (30+ staff) berkisar Rp 15-30 juta/bulan termasuk konsolidasi, multi-client, dan audit support. Hubungi Arunika untuk proposal sesuai skala.

Bagaimana layanan akuntansi membantu efisiensi biaya operasional?

Dengan laporan keuangan yang akurat dan tepat waktu, Anda dapat mengidentifikasi pemborosan biaya (cost leakage), memantau margin keuntungan per produk, dan mengambil keputusan bisnis berbasis data untuk meningkatkan efisiensi.

Apakah laporan keuangan bisa diakses secara real-time?

Ya, kami menggunakan sistem akuntansi berbasis cloud (Jurnal/Accurate Online) yang memungkinkan Anda memantau arus kas, laba rugi, dan performa bisnis kapan saja dan di mana saja secara real-time.

Bagaimana jaminan akurasi laporan untuk keperluan audit eksternal atau bank?

Laporan disusun oleh tim akuntan tersertifikasi sesuai Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Kami menjamin kerapian dan ketelusuran (traceability) data sehingga siap untuk proses audit eksternal maupun pengajuan kredit perbankan.