Perpajakan · KBLI 08100

Konsultan Pajak untuk Penggalian Batu, Pasir & Tanah

Layanan pajak untuk quarry batu, pasir kuarsa, dan tanah urug: PPN 11%, royalti 3-7%, tax allowance, AMDAL, multi-channel.

Yang biasanya jadi masalah

  • IUP yang Panjang dan Kompleks

    Pengurusan IUP untuk penggalian dari Kementerian ESDM membutuhkan waktu bertahun-tahun. Quarry batu dan pasir butuh eksplorasi detail. Proses perpanjangan IUP juga tidak sederhana. Banyak quarry memiliki IUP Eksplorasi tapi belum IUP Operasi Produksi, sehingga status operasionalnya tidak jelas.

  • Royalti yang Bervariasi per Mineral

    Royalti penggalian bervariasi per jenis: batu 5%-7%, pasir 3%-5%, tanah 3%-5%, kaolin 5%-7%. Perhitungan royalti berdasarkan harga acuan bulanan dari Kementerian ESDM. Saat harga pasar tinggi, royalti signifikan. Salah hitung royalti bisa berujung pada sanksi pencabutan IUP.

  • Tax Allowance untuk Quarry

    Investasi quarry terintegrasi dengan industri hilir mendapat tax allowance 30% dari investasi aktual selama 6 tahun. Syarat minimum investasi Rp 100 Miliar. Tax holiday untuk investasi baru quarry terintegrasi (Rp 500 Miliar-1 Triliun). Banyak quarry tidak mengklaim karena tidak aware.

  • Multi-Channel: Kontraktor, Toko Bangunan, Proyek

    Quarry menjual ke banyak channel: kontraktor bangunan, toko bangunan, proyek pemerintah/BUMN, dan ekspor (untuk material khusus). Tiap channel punya margin dan termin pembayaran berbeda. Pembukuan per channel penting untuk identifikasi margin.

  • Quarry Liar & Penegakan Hukum

    Quarry liar (tambang tanpa IUP) masih banyak beroperasi di Indonesia. KLHK aktif melakukan penertiban. Tanpa IUP, perusahaan quarry tidak bisa menandatangani kontrak dengan industri hilir dan proyek pemerintah. Risiko penutupan dan sanksi pidana.

  • AMDAL & Reklamasi Tambang

    Quarry wajib memiliki AMDAL dan melakukan reklamasi pasca tambang. AMDAL mencakup analisis dampak debu, kebisingan, erosi, dan dampak sosial. Tanpa reklamasi, sanksi KLHK dan pidana lingkungan. Biaya reklamasi signifikan untuk quarry besar.

  • PPh Pasal 22 untuk Pembelian

    Beberapa pembeli material quarry (industri, kontraktor besar) ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22 (0,25% NPWP, 0,5% tanpa NPWP) atas pembelian dari quarry. PPh yang dipotong menjadi kredit pajak quarry. Quarry tradisional yang tidak punya NPWP dikenai tarif lebih tinggi.

Yang kami kerjakan

  1. 01

    Compliance IUP & ESDM

    Pendampingan pengurusan IUP Eksplorasi dan IUP Operasi Produksi: komunikasi dengan Kementerian ESDM, RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya), dan pelaporan periodik. Termasuk untuk perpanjangan IUP dan revisi konsesi. Update regulasi minerba berkala.

    • IUP aktif
    • RKAB compliant
    • Update regulasi berkala
  2. 02

    Compliance Royalti & PNBP Penggalian

    Setup pembukuan khusus royalti dan PNBP per jenis mineral: akun terpisah, dokumen pendukung, rekonsiliasi dengan setoran negara, dan verifikasi harga acuan ESDM. Termasuk untuk fluktuasi harga material konstruksi. Pelaporan periodik ke ESDM.

    • Royalti compliant
    • Rekonsiliasi rapi
    • Audit ESDM lancar
  3. 03

    Klaim & Optimalisasi Tax Allowance

    Pendampingan pengajuan tax allowance 30% dari investasi untuk quarry terintegrasi: business plan, struktur investasi, verifikasi eligibilitas, dan rekonsiliasi dengan DJP Online. Termasuk untuk investasi di quarry modern, mesin, dan fasilitas produksi.

    • Tax allowance 30% terklaim
    • Fasilitas pajak dikaji
    • Quarry efisien
  4. 04

    Compliance Divestasi Saham

    Pendampingan divestasi saham PMA ke pihak Indonesia: struktur divestasi yang efisien pajak, valuasi perusahaan, dan negosiasi dengan BUMN/pemda. Termasuk untuk peristiwa pajak divestasi (PPh atas capital gains) yang optimal.

    • Divestasi efisien
    • PPh divestasi optimal
    • Compliance PMA
  5. 05

    Pembukuan Multi-Channel Quarry

    Setup pembukuan multi-channel: kontraktor, toko bangunan, proyek pemerintah/BUMN, dan ekspor. Termasuk tracking margin per channel, PPN per channel, dan rekonsiliasi fee dengan PPh Pasal 22 dari klien PKP.

    • Margin per channel terukur
    • PPh Pasal 22 terkontrol
    • Pembukuan rapi
  6. 06

    Compliance Quarry & Pemberantasan Tambang Liar

    Pendampingan kepatuhan quarry: verifikasi IUP, RKAB, dan laporan produksi ke ESDM. Termasuk untuk quarry yang terintegrasi dengan industri hilir (semen, kaca, keramik) atau proyek konstruksi.

    • Quarry compliant
    • Kontrak dengan industri aman
    • Risiko penutupan rendah
  7. 07

    Compliance PPh Pasal 22 & Bukti Potong

    Setup sistem penjualan ke kontraktor PKP yang memotong PPh Pasal 22 sesuai tarif (0,25% untuk NPWP, 0,5% tanpa NPWP) dan menerbitkan bukti potong. Termasuk rekonsiliasi PPh Pasal 22 dengan SPT PPh Pasal 22 pembeli dan distribusi bukti potong ke quarry.

    • PPh Pasal 22 compliant
    • Bukti potong terdistribusi
    • Rekonsiliasi rapi
  8. 08

    Compliance AMDAL & Reklamasi

    Pendampingan pengurusan AMDAL (ANDAL, RKL, RPL) untuk quarry: komunikasi dengan KLHK, monitoring lingkungan (debu, kebisingan, erosi), dan rencana reklamasi pasca tambang. Termasuk untuk pelaporan berkala ke KLHK.

    • AMDAL compliant
    • Lingkungan terkelola
    • Risiko sanksi KLHK rendah

Cara kami bekerja

  1. 01

    Assessment IUP & Skala

    Pemetaan: status IUP (Eksplorasi/Operasi Produksi), jenis mineral, skala penambangan, channel penjualan (kontraktor, proyek, industri), dan pain point royalti/tax allowance/AMDAL.

  2. 02

    Review Pajak & Compliance

    Review eligibilitas PPh Final UMKM, validasi PPN per produk, identifikasi royalti/PNBP, dan analisis tax allowance divestasi PMA.

  3. 03

    Setup Pembukuan & AMDAL

    Implementasi pembukuan multi-channel, akun royalti/PNBP, template AMDAL compliance, dan SOP tax allowance. Termasuk compliance PPh Pasal 22.

  4. 04

    Pendampingan & Audit

    Review bulanan SPT, pendampingan saat audit DJP, pemeriksaan ESDM (IUP, royalti), KLHK (AMDAL), dan update regulasi minerba.

Regulasi terkait

  • PP 55/2022

    PPh Final UMKM 0,5%

    Penambang batu dan pasir skala kecil (quarry tradisional) dengan omzet di bawah Rp 4,8 Miliar per tahun dapat memilih PPh Final UMKM 0,5%. Untuk perusahaan penggalian besar menggunakan tarif PPh badan Pasal 17 (22%) dengan berbagai pungutan KLHK.

  • UU Minerba 4/2009 jo. UU 3/2020

    IUP untuk Penggalian

    Penggalian batu, pasir, dan tanah untuk konstruksi (bukan mineral strategis) termasuk pertambangan. Setiap perusahaan wajib memiliki IUP dari Kementerian ESDM. Termasuk IUP Eksplorasi dan IUP Operasi Produksi. Untuk skala kecil, ada IPR (Izin Pertambangan Rakyat).

  • PP 81/2014 jo. PP 26/2022

    Royalti & PNBP untuk Penggalian

    Pemegang IUP penggalian dikenai royalti yang disetor ke negara. Tarif royalti bervariasi 3%-7% dari nilai penjualan tergantung jenis mineral (batu, pasir, tanah, kaolin). Royalti masuk ke kas negara dan sebagian menjadi DBH ke daerah penghasil.

  • UU PPN 42/2009

    PPN 11% untuk Batu, Pasir, dan Tanah

    Batu, pasir, tanah urug, dan material konstruksi hasil penggalian merupakan BKP kena PPN 11% saat PKP. PPN masukan dari operasional (bahan peledak, alat berat, BBM) bisa di-recover. PPN 0% untuk ekspor material konstruksi (jika ada).

  • Permen ESDM 7/2020

    PMA & Divestasi Saham

    PMA penggalian wajib melakukan divestasi saham secara bertahap ke pihak Indonesia: tahun ke-10 (5%), ke-15 (10%), ke-20 (15%), ke-25 (20%), ke-30 (30%). Untuk penggalian skala kecil, divestasi biasanya tidak applicable (PMDN).

  • Permen LHK 13/2011

    AMDAL & Reklamasi Tambang

    Penggalian batu, pasir, dan tanah wajib memiliki AMDAL (ANDAL, RKL, RPL). AMDAL mencakup analisis dampak debu, kebisingan, erosi, dan dampak sosial. Reklamasi pasca tambang harus mengembalikan fungsi lahan. Tanpa AMDAL, KLHK bisa menyegel penggalian.

  • PMK 130/2020

    Tax Holiday untuk Industri Pertambangan

    Industri penggalian (batu, pasir, tanah) terintegrasi dengan industri hilir (semen, kaca, keramik) mendapat tax holiday 50%-100% selama 5-20 tahun. Syarat minimum investasi Rp 500 Miliar-1 Triliun. Tax allowance juga tersedia sesuai PP 28/2021 untuk investasi yang lebih kecil.

Kalau kantor pajak mulai bertanya

Tim yang mengurus pembukuan dan pajak Anda juga yang mendampingi saat datang SP2DK, pemeriksaan, sampai keberatan dan banding.

Cara kami menangani sengketa pajak

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah perusahaan quarry wajib PKP dan kena PPN 11%?

Quarry dengan omzet di bawah Rp 4,8 Miliar per tahun tidak wajib PKP. Quarry dengan omzet di atas Rp 4,8 Miliar wajib PKP, dengan PPN 11% untuk batu, pasir, tanah, dan material konstruksi. PPN masukan dari operasional (bahan peledak, alat berat, BBM) bisa di-recover.

Berapa tarif royalti penggalian?

Royalti penggalian bervariasi per jenis: batu 5%-7%, pasir 3%-5%, tanah 3%-5%, kaolin 5%-7%. Perhitungan royalti menggunakan harga acuan bulanan dari Kementerian ESDM. Quarry yang melanggar pembayaran royalti bisa kena sanksi pencabutan IUP. Royalti masuk ke kas negara dan sebagian menjadi DBH ke daerah penghasil.

Apakah quarry mendapat tax allowance?

Quarry terintegrasi dengan industri hilir (semen, kaca, keramik) mendapat tax allowance 30% dari investasi aktual selama 6 tahun. Syarat minimum investasi Rp 100 Miliar. Tax holiday untuk investasi baru quarry terintegrasi dengan pabrik hilir (Rp 500 Miliar-1 Triliun). Banyak quarry tidak mengklaim karena tidak aware atau dokumentasi investasi kurang rapi.

Bagaimana PPh Pasal 22 untuk pembelian material quarry?

Beberapa pembeli material quarry (kontraktor besar, industri) ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22 (0,25% untuk NPWP, 0,5% tanpa NPWP) atas pembelian dari quarry. PPh yang dipotong menjadi kredit pajak quarry di SPT. Quarry yang mendaftarkan NPWP lebih efisien karena tarif lebih rendah.

Apa beda IUP dengan IPR untuk penggalian?

IUP (Izin Usaha Pertambangan) untuk perusahaan skala menengah-besar dengan konsesi ratusan hingga ribuan hektar. IPR (Izin Pertambangan Rakyat) untuk tambang rakyat skala kecil dengan konsesi terbatas (maks 5 hektar). IPR memiliki prosedur yang lebih sederhana tapi terbatas untuk WPR (Wilayah Pertambangan Rakyat) yang ditetapkan pemda.

Bagaimana pembukuan untuk quarry tradisional?

Quarry tradisional bisa menggunakan pembukuan sederhana: buku kas (penerimaan penjualan, biaya operasional), rekap volume produksi per bulan, omzet bulanan, dan catatan biaya. Untuk SPT PPh Final UMKM, quarry cukup menggunakan formulir SPT PPh Final dengan lampiran sederhana. Penting untuk konsistensi pembukuan untuk eligibility check saat audit DJP.

Berapa biaya jasa konsultan pajak untuk penggalian?

Kami memakai satu daftar harga untuk semua industri. Pembukuan bulanan mulai Rp750.000/bulan (Mikro: ≤30 transaksi, 1 rekening, non-PKP) dan Rp1.250.000/bulan untuk ≤100 transaksi. Pajak bulanan mulai Rp600.000/bulan untuk orang pribadi usaha dan Rp1.000.000/bulan untuk badan non-PKP. Paket Starter badan (laporan keuangan bulanan, pajak bulanan, dan SPT Tahunan Badan) mulai Rp2.000.000/bulan untuk non-PKP dan Rp3.000.000/bulan untuk PKP. Harga final mengikuti volume dan kondisi dokumen, disampaikan sebelum mulai.

Siapa yang menangani pekerjaan pajak saya?

Pekerjaan pajak Anda ditangani konsultan pajak Arunika. Cakupan, tenggat, dan harga kami sampaikan sebelum pekerjaan dimulai.

Bagaimana jika saya menerima surat SP2DK atau pemeriksaan pajak?

Jangan panik. Hubungi kami segera untuk analisis risiko. Kami akan mendampingi Anda menyusun tanggapan yang tepat, menyiapkan bukti pendukung, dan mewakili Anda dalam pembahasan dengan Account Representative (AR) untuk meminimalkan sanksi.

Apa yang dilakukan dalam perencanaan pajak (Tax Planning)?

Kami melakukan Tax Diagnostic Check atas skema transaksi dan insentif pajak yang tersedia agar pajak dihitung sesuai ketentuan, bukan penggelapan pajak (tax evasion). Hasilnya bergantung pada fakta usaha Anda, jadi kami tidak menjanjikan angka penghematan.

Ceritakan kondisi usaha Anda

Kirimkan bidang usaha, kira-kira omzet setahun, dan apa yang sedang jadi masalah. Kami balas lewat WhatsApp.

Chat via WhatsApp