Perpajakan · KBLI 47220

Konsultan Pajak untuk Toko Sepatu & Alas Kaki

Layanan pajak untuk toko sepatu, sandal, dan retail alas kaki: PPh Final UMKM, PPN, alas kaki impor, pajak daerah, label.

Yang biasanya jadi masalah

  • PPh Final UMKM untuk Toko Alas Kaki

    Toko alas kaki dengan omzet di bawah Rp 4,8 Miliar per tahun eligible PPh Final UMKM 0,5%. Toko dengan banyak cabang perlu konsolidasi pembukuan. Toko online dan offline harus digabungkan untuk menghitung omzet.

  • PPN 11% untuk Toko PKP

    Toko alas kaki dengan omzet di atas Rp 4,8 Miliar wajib PKP, memungut PPN 11% dari customer. Penjualan ke korporat (B2B) juga kena PPN. Penjualan ke customer akhir (B2C) tetap kena PPN.

  • Alas Kaki Impor dengan Bea Masuk

    Banyak toko alas kaki impor dari China, Vietnam, dan Indonesia. Bea masuk 5%-25% tergantung jenis, PPN 11%, PPh Pasal 22 (2,5% untuk API). Penting untuk compliance kepabeanan agar tidak kena sanksi Kemendag.

  • Pajak Daerah & Retribusi

    Toko alas kaki di beberapa daerah dikenai pajak reklame (etalase, papan nama), dan retribusi izin gangguan. Tiap pemda bisa beda tarif. Penting untuk verifikasi pajak daerah per lokasi.

  • Multi-Channel: Offline, Online, Marketplace

    Toko alas kaki modern menjual di banyak kanal: toko fisik, online store, marketplace (Tokopedia, Shopee), dan Instagram Shopping. Tiap channel punya margin dan termin berbeda. Pembukuan per channel penting.

  • Stok Opname & Ukuran Banyak

    Toko alas kaki memiliki banyak SKU (ratusan model, masing-masing banyak ukuran). Stok opname dan tracking modal kerja signifikan. Penting untuk software POS yang mengelola stok per ukuran.

  • Sepatu Bekas & SNI

    Beberapa toko menjual sepatu bekas (thrift, branded). Compliance izin berbeda, dan tidak boleh menggunakan label seolah-olah baru. Penting untuk verifikasi legalitas.

Yang kami kerjakan

  1. 01

    Setup PPh Final UMKM 0,5%

    Pendampingan pendaftaran NPWP dan pengajuan SPT PPh Final UMKM 0,5% untuk toko alas kaki. Termasuk setup pembukuan konsolidasi (offline + online + marketplace), estimasi omzet tahunan, dan template SPT triwulanan.

    • PPh Final optimal
    • Pembukuan multi-channel
    • SPT triwulanan ringan
  2. 02

    Klasifikasi PPN untuk Toko PKP

    Membantu toko PKP melakukan setup faktur PPN 11% untuk penjualan. Termasuk setup akun PPN masukan dari pembelian barang (untuk recover), dan SOP faktur pajak.

    • PPN compliant
    • PPN masukan di-recover
    • SPT PPN lancar
  3. 03

    Compliance Alas Kaki Impor

    Pendampingan importasi alas kaki: API, dokumen bea cukai, PPN 11%, dan PPh Pasal 22. Termasuk untuk alas kaki dari China, Vietnam. Verifikasi HS Code untuk akurasi bea masuk dan alas kaki yang mendapat tarif preferensial.

    • Impor compliant
    • Bea masuk optimal
    • PPN masukan recovered
  4. 04

    Compliance Pajak Daerah

    Pendampingan compliance pajak daerah (reklame, izin gangguan) sesuai perda setempat. Termasuk untuk toko di multiple lokasi dengan tarif pajak berbeda per pemda.

    • Pajak daerah compliant
    • Risiko sanksi pemda rendah
    • Multi-lokasi rapi
  5. 05

    Pembukuan Multi-Channel Toko Alas Kaki

    Setup pembukuan multi-channel: toko fisik, online store, marketplace, dan Instagram Shopping. Termasuk tracking margin per channel, rekonsiliasi dengan laporan marketplace, dan PPN per channel. Integrasi data untuk rekonsiliasi otomatis.

    • Margin per channel terukur
    • Marketplace integration
    • PPN terkontrol
  6. 06

    Manajemen Stok Per Ukuran

    Setup sistem stok opname per ukuran dengan software POS yang mengelola SKU lengkap. Tracking modal kerja dan HPP per model. Penghitungan kerugian persediaan untuk sepatu lambat laku.

    • Stok terkontrol per ukuran
    • HPP akurat
    • Margin optimal
  7. 07

    Compliance Label Alas Kaki

    Audit label alas kaki yang dijual: komposisi, ukuran, instruksi perawatan, dan negara asal sesuai Permendag 31/2018. Termasuk pendampingan revisi label jika ada temuan Kemendag. Penting untuk alas kaki impor.

    • Label compliant
    • Risiko Kemendag rendah
    • Konsistensi klaim

Cara kami bekerja

  1. 01

    Assessment Skala & Skema

    Pemetaan: skala toko (kecil/menengah/besar), channel penjualan (offline/online/marketplace), dan pain point PPh/PPN/pajak daerah.

  2. 02

    Review Pajak & Compliance

    Review eligibilitas PPh Final UMKM, validasi PPN untuk toko PKP, identifikasi pajak daerah, dan analisis label.

  3. 03

    Setup Pembukuan & SPT

    Implementasi pembukuan multi-channel, akun PPN terpisah (jika PKP), dan template SPT PPh Final.

  4. 04

    Pendampingan & Audit

    Review bulanan SPT, pendampingan saat audit DJP atau Kemendag, dan update regulasi (Permendag, Permenaker).

Regulasi terkait

  • PP 55/2022

    PPh Final UMKM, 0,5%

    Toko alas kaki dengan omzet di bawah Rp 4,8 Miliar per tahun dapat memilih PPh Final UMKM 0,5%. Toko besar dengan omzet di atas Rp 4,8 Miliar wajib menggunakan tarif PPh badan Pasal 17 (22%).

  • UU PPN 42/2009

    PPN 11% untuk Toko Alas Kaki (PKP)

    Toko alas kaki yang PKP (omzet di atas Rp 4,8 Miliar) memungut PPN 11% untuk semua penjualan. Toko kecil (non-PKP) tidak memungut PPN. Sepatu olahraga, sandal, sepatu formal, dan sepatu anak semua kena PPN 11% (jika PKP).

  • PP 28/2023

    Pajak Daerah & Retribusi

    Toko alas kaki di beberapa daerah dikenai pajak reklame (etalase, papan nama), dan retribusi izin gangguan. Penting untuk verifikasi pajak daerah per lokasi.

  • PMK 211/PMK.04/2019

    Alas Kaki Impor & Lartas

    Alas kaki impor dari China, Vietnam, dan Indonesia lainnya dikenai bea masuk 5%-25% tergantung jenis. PPN 11% di atas CIF + bea masuk. PPh Pasal 22 (2,5% untuk API) saat importasi. Beberapa alas kaki (sepatu bayi, sandal jepit) dengan HS Code tertentu bisa tarif preferensial.

  • Permendag 22/2021

    Label & Komposisi Alas Kaki

    Alas kaki yang dijual harus memenuhi label sesuai Permendag 31/2018 (label komposisi, ukuran, instruksi perawatan, negara asal). Pelanggaran label bisa menjadi temuan Kemendag.

  • SNI 12-1849-1990

    SNI untuk Alas Kaki (Opsional)

    SNI 12-1849-1990 untuk sepatu kulit, SNI lainnya untuk alas kaki. SNI tidak wajib untuk retail, namun bisa menjadi nilai tambah untuk produk ekspor. Beberapa buyer (Nike, Adidas) mensyaratkan standar tambahan.

  • PMK 211/PMK.04/2019

    Ekspor Alas Kaki

    Ekspor alas kaki Indonesia ke berbagai negara (UE, AS, Jepang) dengan PPN 0% (PEB, faktur pajak kode 06). Beberapa negara mensyaratkan standar mutu (ISO) dan buyer standard.

Kalau kantor pajak mulai bertanya

Tim yang mengurus pembukuan dan pajak Anda juga yang mendampingi saat datang SP2DK, pemeriksaan, sampai keberatan dan banding.

Cara kami menangani sengketa pajak

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah toko alas kaki wajib PKP dan kena PPN 11%?

Toko alas kaki dengan omzet di bawah Rp 4,8 Miliar per tahun tidak wajib PKP, sehingga tidak perlu memungut PPN. Toko dengan omzet di atas Rp 4,8 Miliar wajib PKP, memungut PPN 11% dari customer. PPN berlaku untuk semua jenis alas kaki (sepatu, sandal, sepatu olahraga, sepatu formal).

Bagaimana cara menghitung PPh Final UMKM untuk toko alas kaki?

PPh Final UMKM 0,5% dihitung dari omzet bruto per tahun. Misalnya, omzet Rp 1,5 Miliar per tahun, PPh Final = Rp 1,5 Miliar × 0,5% = Rp 7,5 juta per tahun, dilaporkan per triwulanan. Toko dengan omzet di bawah Rp 4,8 Miliar per tahun eligible. Omzet dihitung dari seluruh penjualan (offline + online + marketplace).

Berapa bea masuk sepatu impor?

Sepatu impor dikenai bea masuk 5%-25% tergantung jenis dan negara asal. Sepatu olah raga (HS 6404) dari China biasanya 10-15%, dari Vietnam dengan FTA bisa 0-5%. Sandal (HS 6402) dari China biasanya 10%. PPN 11% di atas CIF + bea masuk. PPh Pasal 22 (2,5% untuk API) dipungut saat importasi.

Apakah toko alas kaki bisa ekspor?

Ya, toko alas kaki bisa ekspor melalui marketplace internasional atau buyer langsung. Beberapa alas kaki Indonesia (sepatu kulit, sandal handmade) memiliki pasar ekspor. PPN 0% berlaku dengan PEB, faktur pajak kode 06, dan bukti pembayaran. Beberapa negara (UE, Jepang) mensyaratkan standar mutu (ISO) dan buyer standard.

Bagaimana pembukuan untuk toko alas kaki online?

Toko alas kaki online bisa menggunakan pembukuan sederhana: buku kas (penerimaan dari marketplace, pembayaran ke supplier, biaya operasional), rekap stok per ukuran, dan omzet bulanan per channel. Software POS (seperti Moka, Pawoon) yang mengelola stok per ukuran. SPT PPh Final triwulanan.

Apakah klaim 'sepatu original' pada sepatu branded butuh izin?

Ya, klaim 'original' atau 'authentic' pada sepatu branded harus didukung oleh izin distributor resmi atau surat keaslian dari brand. Penjualan sepatu tiruan (KW, palsu) melanggar UU Merek dan bisa kena pidana. Toko yang menjual sepatu branded tanpa izin distributor bisa kena sanksi dari pemilik merek dan Kemendag.

Berapa biaya jasa konsultan pajak untuk toko alas kaki?

Kami memakai satu daftar harga untuk semua industri. Pembukuan bulanan mulai Rp750.000/bulan (Mikro: ≤30 transaksi, 1 rekening, non-PKP) dan Rp1.250.000/bulan untuk ≤100 transaksi. Pajak bulanan mulai Rp600.000/bulan untuk orang pribadi usaha dan Rp1.000.000/bulan untuk badan non-PKP. Paket Starter badan (laporan keuangan bulanan, pajak bulanan, dan SPT Tahunan Badan) mulai Rp2.000.000/bulan untuk non-PKP dan Rp3.000.000/bulan untuk PKP. Harga final mengikuti volume dan kondisi dokumen, disampaikan sebelum mulai.

Siapa yang menangani pekerjaan pajak saya?

Pekerjaan pajak Anda ditangani konsultan pajak Arunika. Cakupan, tenggat, dan harga kami sampaikan sebelum pekerjaan dimulai.

Bagaimana jika saya menerima surat SP2DK atau pemeriksaan pajak?

Jangan panik. Hubungi kami segera untuk analisis risiko. Kami akan mendampingi Anda menyusun tanggapan yang tepat, menyiapkan bukti pendukung, dan mewakili Anda dalam pembahasan dengan Account Representative (AR) untuk meminimalkan sanksi.

Apa yang dilakukan dalam perencanaan pajak (Tax Planning)?

Kami melakukan Tax Diagnostic Check atas skema transaksi dan insentif pajak yang tersedia agar pajak dihitung sesuai ketentuan, bukan penggelapan pajak (tax evasion). Hasilnya bergantung pada fakta usaha Anda, jadi kami tidak menjanjikan angka penghematan.

Ceritakan kondisi usaha Anda

Kirimkan bidang usaha, kira-kira omzet setahun, dan apa yang sedang jadi masalah. Kami balas lewat WhatsApp.

Chat via WhatsApp