Perpajakan · KBLI 13910

Konsultan Pajak untuk Industri Kain Tenun & Non-Woven

Layanan pajak untuk ATBM, koperasi tenun, dan pabrik kain modern: PPN 11%, SNI, TKDN, tax allowance, ekspor.

Yang biasanya jadi masalah

  • PPN 11% untuk Kain Tenun & Non-Woven

    Kain tenun (cotton, polyester, wol, sutra) dan kain bukan tenun (non-woven) merupakan BKP kena PPN 11% saat PKP. IKM ATBM yang melayani garment atau modern market biasanya PKP sukarela. Pembukuan per grade (cotton combed 30s, 40s, polyester 75D) penting.

  • SNI untuk Kain Tenun

    Kain tenun yang dijual harus memenuhi SNI 0276:2008 atau SNI yang berlaku. Pengujian di lab terakreditasi KAN mencakup kuat tarik, susut, dan colorfastness. Pengawasan oleh BSN. Kain tanpa SNI dianggap ilegal dan ditolak buyer.

  • TKDN untuk Proyek Pemerintah

    Kain yang dijual ke proyek pemerintah/BUMN mensyaratkan sertifikat TKDN dari P3DN Kemendag. TKDN dihitung dari komposisi benang lokal, proses produksi lokal, dan TKDN tenaga kerja. Kain untuk seragam butuh TKDN minimum 40%.

  • Tax Allowance untuk Pabrik Kain

    Industri kain modern (woven, non-woven) mendapat tax allowance 30% dari investasi aktual selama 6 tahun. Syarat minimum investasi Rp 100 Miliar. Tax holiday untuk investasi baru sesuai PMK 130/2020. Banyak pabrik tidak mengklaim karena tidak aware atau dokumentasi kurang rapi.

  • Multi-Channel: Garment, Konveksi, Ekspor

    Kain dijual ke banyak channel: pabrik garment, konveksi, desainer tekstil, toko tekstil, dan ekspor. Tiap channel punya margin dan termin pembayaran berbeda. Pembukuan per channel penting untuk identifikasi margin.

  • Ekspor Kain dengan PPN 0%

    Ekspor kain relatif bebas dengan PEB. Beberapa negara (UE, Jepang, AS) mensyaratkan sertifikat asal (SKA) dan SNI. PPN 0% berlaku dengan PEB, faktur pajak kode 06, dan bukti pembayaran ekspor.

  • Bahan Baku Benang Fluktuatif

    Harga benang (cotton, polyester) fluktuatif mengikuti harga serat global. Pabrik kain yang tidak punya lindung nilai rentan margin negatif. Penting untuk kontrak jangka panjang dengan pabrik pemintalan.

Yang kami kerjakan

  1. 01

    Klasifikasi PPN Kain Jadi

    Membantu IKM dan pabrik melakukan pemetaan PPN per jenis kain: kain tenun cotton (BKP, PPN 11%), kain polyester (PPN 11%), kain non-woven (PPN 11%), kain industri (PPN 11%). Termasuk setup akun PPN terpisah per grade dan jenis.

    • PPN per jenis jelas
    • Tidak ada koreksi
    • SPT PPN compliant
  2. 02

    Compliance SNI Kain

    Pendampingan pengurusan SNI 0276:2008 untuk kain tenun: pengujian di lab terakreditasi KAN (kuat tarik, susut, colorfastness), dan komunikasi dengan BSN. Termasuk untuk kain ekspor yang mensyaratkan standar mutu buyer.

    • SNI tersertifikasi
    • Standar mutu naik
    • Buyer tertarik
  3. 03

    Pendampingan TKDN untuk Kain

    Pendampingan penghitungan dan sertifikasi TKDN untuk kain: komposisi benang lokal, proses produksi, TKDN TK, dan verifikasi P3DN. Termasuk untuk proyek Kementerian PUPR, BUMN Karya, dan pemerintah daerah.

    • TKDN tersertifikasi
    • Tender proyek accessible
    • Nilai TKDN optimal
  4. 04

    Klaim & Optimalisasi Tax Allowance Kain

    Pendampingan pengajuan tax allowance 30% dari investasi untuk pabrik kain: business plan, struktur investasi, verifikasi eligibilitas, dan rekonsiliasi dengan DJP Online. Termasuk untuk investasi di mesin tenun modern, non-woven line, dan finishing.

    • Tax allowance 30% terklaim
    • Fasilitas pajak dikaji
    • Pabrik efisien
  5. 05

    Pembukuan Multi-Channel Kain

    Setup pembukuan multi-channel: garment, konveksi, desainer, toko, dan ekspor. Termasuk tracking margin per channel, PPN per channel, dan verifikasi PPh Pasal 23 dari klien PKP. Integrasi data untuk rekonsiliasi otomatis.

    • Margin per channel terukur
    • PPh Pasal 23 terkontrol
    • Pembukuan rapi
  6. 06

    Optimasi Ekspor Kain

    Pendampingan eksportir kain: PPN 0% dengan PEB, SKA untuk pasar tertentu, faktur pajak kode 06, dan bukti pembayaran ekspor. Termasuk pengajuan restitusi PPN untuk eksportir rutin dan optimalisasi PPh Pasal 22 (2,5%) sebagai kredit pajak.

    • PPN ekspor valid
    • Restitusi PPN optimal
    • PPh Pasal 22 terklaim
  7. 07

    Hedging Harga Benang & Bahan Baku

    Konsultasi strategi lindung nilai untuk pabrik kain: kontrak forward benang, opsi, dan harga acuan. Termasuk pendampingan kontrak jangka panjang dengan pabrik pemintalan. Penting untuk stabilitas margin.

    • Margin stabil
    • Risiko harga terkendali
    • Kontrak long-term aman

Cara kami bekerja

  1. 01

    Assessment Skala & Skema

    Pemetaan: skala produksi, jenis kain, channel penjualan (lokal/ekspor), dan pain point PPh/PPN/SNI/TKDN.

  2. 02

    Review Pajak & Compliance

    Review eligibilitas PPh Final UMKM, validasi PPN per jenis kain, identifikasi izin SNI, dan analisis tax allowance.

  3. 03

    Setup Pembukuan & SNI

    Implementasi pembukuan multi-channel, akun PPN terpisah per jenis kain, template SNI/TKDN, dan SOP tax allowance. Termasuk compliance ekspor.

  4. 04

    Pendampingan & Audit

    Review bulanan SPT, pendampingan saat audit DJP, dan update regulasi (SNI, Permenperin TKDN, PMK tax allowance).

Regulasi terkait

  • PP 55/2022

    PPh Final UMKM 0,5%

    UMKM pembuat kain tenun (tenun ATBM, kain tradisional) dengan omzet di bawah Rp 4,8 Miliar per tahun dapat memilih PPh Final UMKM 0,5%. Untuk pabrik kain besar menggunakan tarif PPh badan Pasal 17 (22%) atau tax allowance untuk investasi.

  • UU PPN 42/2009

    PPN 11% untuk Kain Jadi

    Kain tenun (cotton, polyester, wol, sutra), kain bukan tenun (non-woven, spunbond, meltblown), dan kain khusus (kanvas, denim, kain industri) merupakan BKP kena PPN 11% saat PKP. PPN masukan dari benang, serat, dan bahan kimia bisa di-recover.

  • PMK 181/PMK.03/2015

    PPN untuk Benang

    Benang (cotton, polyester, rayon) sebagai bahan baku kain umumnya bukan BKP (non-PKP, dijual ke sesama pabrik). Setelah diolah menjadi kain, status berubah menjadi BKP kena PPN 11%. Beberapa kain tradisional dari UMKM (kain tenun) bisa non-PKP.

  • SNI 0276:2008 jo. SNI ISO 6939:2017

    SNI untuk Kain Tenun

    Kain tenun mengikuti SNI 0276:2008 (kain untuk pakaian) atau SNI ISO 6939:2017 (kain untuk keperluan teknis). Pengujian di lab terakreditasi KAN mencakup kuat tarik, susut, dan colorfastness. Tanpa SNI, kain dianggap ilegal.

  • Permendag 22/2021

    Perdagangan & Ekspor Kain

    Ekspor kain relatif bebas dengan PEB. Beberapa negara (UE, Jepang) mensyaratkan sertifikat asal (SKA) dan SNI. PPN 0% untuk ekspor dengan PEB. Beberapa kain tertentu butuh izin Kemendag (misalnya kain untuk keperluan militer).

  • Perpres 17/2020 jo. Permenperin 18/2021

    TKDN untuk Kain Tekstil

    Industri kain yang menjual ke proyek pemerintah/BUMN mensyaratkan TKDN. TKDN dihitung dari komposisi benang lokal, proses produksi lokal, dan TKDN tenaga kerja. Beberapa kain untuk seragam butuh TKDN minimum 40%.

  • PP 28/2021

    Tax Allowance untuk Industri Kain

    Industri kain (tenun, non-woven, kain khusus) mendapat tax allowance 30% dari investasi aktual selama 6 tahun. Syarat minimum investasi Rp 100 Miliar. Tax holiday juga tersedia untuk investasi baru di industri kain sesuai PMK 130/2020.

Kalau kantor pajak mulai bertanya

Tim yang mengurus pembukuan dan pajak Anda juga yang mendampingi saat datang SP2DK, pemeriksaan, sampai keberatan dan banding.

Cara kami menangani sengketa pajak

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah IKM ATBM wajib PKP dan kena PPN 11%?

IKM ATBM dengan omzet di bawah Rp 4,8 Miliar per tahun tidak wajib PKP. IKM yang ingin menjual ke reseller korporat atau modern market bisa menjadi PKP sukarela. Setelah PKP, PPN 11% berlaku untuk semua penyerahan kain.

Bagaimana cara mengurus SNI untuk kain tenun?

SNI 0276:2008 untuk kain tenun diperoleh melalui pengujian di lab terakreditasi KAN: kuat tarik, susut, colorfastness, dan kadar air. Sample diambil dari produksi rutin. Sertifikat SNI diterbitkan oleh BSN, berlaku 3-5 tahun dengan audit surveillance.

Berapa bea masuk kain impor?

Kain impor dikenai bea masuk 5%-25% tergantung jenis dan negara asal. Kain dari China (HS 5208, 5209, 5210) biasanya 5-15%. Beberapa kain khusus (HS 5801 untuk kain pile, HS 5903 untuk kain coated) bea masuk lebih tinggi. PPN 11% di atas CIF + bea masuk. PPh Pasal 22 (2,5% untuk API).

Apakah kain mendapat tax allowance?

Ya, industri kain modern (tenun, non-woven, kain teknis) mendapat tax allowance 30% dari investasi aktual selama 6 tahun sesuai PP 28/2021. Syarat minimum investasi Rp 100 Miliar. Tax holiday untuk investasi baru sesuai PMK 130/2020. Banyak pabrik tidak mengklaim karena tidak aware atau dokumentasi kurang rapi.

Apa beda kain tenun dan non-woven?

Kain tenun dibuat dengan teknik tenun (anyaman benang lungsin dan pakan) menghasilkan kain yang kuat dan lentur. Non-woven dibuat dari serat yang di-bonding dengan cara kimia, mekanik, atau termal tanpa tenun. Kain tenun untuk pakaian, sedangkan non-woven untuk masker, popok, geotekstil, dan medis. Keduanya kena PPN 11% (jika PKP) dan butuh SNI sesuai jenisnya.

Bagaimana pajak untuk kain yang dijual ke garment?

Penjualan kain ke pabrik garment, konveksi, atau desainer yang PKP akan dikenai PPN 11%. Pembeli PKP akan mengkreditkan PPN masukan. Pembukuan dengan B2B pricing dan faktur PPN menjadi penting. Tanpa PKP, kain dijual tanpa PPN (non-faktur), mengurangi margin competitiveness.

Berapa biaya jasa konsultan pajak untuk industri kain?

Kami memakai satu daftar harga untuk semua industri. Pembukuan bulanan mulai Rp750.000/bulan (Mikro: ≤30 transaksi, 1 rekening, non-PKP) dan Rp1.250.000/bulan untuk ≤100 transaksi. Pajak bulanan mulai Rp600.000/bulan untuk orang pribadi usaha dan Rp1.000.000/bulan untuk badan non-PKP. Paket Starter badan (laporan keuangan bulanan, pajak bulanan, dan SPT Tahunan Badan) mulai Rp2.000.000/bulan untuk non-PKP dan Rp3.000.000/bulan untuk PKP. Harga final mengikuti volume dan kondisi dokumen, disampaikan sebelum mulai.

Siapa yang menangani pekerjaan pajak saya?

Pekerjaan pajak Anda ditangani konsultan pajak Arunika. Cakupan, tenggat, dan harga kami sampaikan sebelum pekerjaan dimulai.

Bagaimana jika saya menerima surat SP2DK atau pemeriksaan pajak?

Jangan panik. Hubungi kami segera untuk analisis risiko. Kami akan mendampingi Anda menyusun tanggapan yang tepat, menyiapkan bukti pendukung, dan mewakili Anda dalam pembahasan dengan Account Representative (AR) untuk meminimalkan sanksi.

Apa yang dilakukan dalam perencanaan pajak (Tax Planning)?

Kami melakukan Tax Diagnostic Check atas skema transaksi dan insentif pajak yang tersedia agar pajak dihitung sesuai ketentuan, bukan penggelapan pajak (tax evasion). Hasilnya bergantung pada fakta usaha Anda, jadi kami tidak menjanjikan angka penghematan.

Ceritakan kondisi usaha Anda

Kirimkan bidang usaha, kira-kira omzet setahun, dan apa yang sedang jadi masalah. Kami balas lewat WhatsApp.

Chat via WhatsApp