Perpajakan · KBLI 07210

Konsultan Pajak untuk Tambang Nikel, Bauksit & Smelter

Layanan pajak untuk IUP bijih logam, smelter nikel/alumina, dan divestasi PMA: PPN 11%, royalti 5-10%, tax holiday, larangan ekspor.

Yang biasanya jadi masalah

  • IUP yang Panjang dan Kompleks

    Pengurusan IUP dari Kementerian ESDM membutuhkan waktu bertahun-tahun. Tambang nikel dan bauksit butuh eksplorasi detail untuk verifikasi cadangan. Proses perpanjangan IUP juga tidak sederhana. Banyak perusahaan kecil memiliki IUP Eksplorasi tapi belum IUP Operasi Produksi.

  • Royalti yang Bervariasi per Logam

    Royalti bijih logam bervariasi per jenis: nikel 5%-7%, bauksit 5%-7%, tembaga 5%-7%, emas 5%-7%, timah 3%-5%. Perhitungan royalti berdasarkan harga acuan (benchmark price) bulanan dari Kementerian ESDM. Saat harga logam dunia tinggi, royalti signifikan.

  • Tax Holiday untuk PMA dan Smelter

    PMA pertambangan dan smelter dengan investasi baru minimal Rp 500 Miliar-1 Triliun eligible mendapat tax holiday 50%-100% selama 5-20 tahun. Smelter nikel menjadi prioritas hilirisasi pemerintah. Banyak perusahaan tidak optimal memanfaatkan.

  • Divestasi Saham PMA ke Indonesia

    PMA pertambangan wajib divestasi saham bertahap ke pihak Indonesia: tahun ke-10 (5%) hingga tahun ke-30 (30%). Divestasi jadi peristiwa pajak (capital gains). Penting untuk struktur divestasi yang efisien pajak dan negosiasi dengan BUMN/pemda.

  • Larangan Ekspor Bijih Mentah

    Sejak Permen ESDM 11/2020, ekspor bijih nikel, bauksit, dan bijih logam mentah DILARANG. Hanya produk smelter (ferronikel, alumina, tembaga katoda) yang boleh diekspor. Beberapa perusahaan dalam transisi membangun smelter (misalnya di Morowali, Weda Bay).

  • PPN 11% Multi-Produk Logam

    Tambang menghasilkan bijih mentah (untuk smelter internal atau smelter lain), konsentrat, dan produk smelter (ferronikel, alumina, dll). Tiap produk punya treatment PPN dan potensi ekspor yang berbeda. PPN 11% multi-produk butuh tracking rapi.

  • AMDAL & Pengelolaan Tailing

    Pertambangan nikel menghasilkan tailing (limbah) yang perlu pengelolaan khusus: tailing disposal, kolam penampung, dan reklamasi. Tailing alumina (red mud) juga punya karakteristik khusus. Tanpa AMDAL dan pengelolaan tailing, KLHK bisa menyegel tambang.

Yang kami kerjakan

  1. 01

    Compliance IUP & ESDM

    Pendampingan pengurusan IUP Eksplorasi dan IUP Operasi Produksi: komunikasi dengan Kementerian ESDM, RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya), dan pelaporan periodik. Termasuk untuk perpanjangan IUP dan revisi konsesi. Update regulasi minerba berkala.

    • IUP aktif
    • RKAB compliant
    • Update regulasi berkala
  2. 02

    Compliance Royalti & PNBP Minerba

    Setup pembukuan khusus royalti dan PNBP per jenis logam: akun terpisah, dokumen pendukung, rekonsiliasi dengan setoran negara, dan verifikasi harga acuan ESDM. Termasuk untuk fluktuasi harga logam dunia. Pelaporan periodik ke ESDM.

    • Royalti compliant
    • Rekonsiliasi rapi
    • Audit ESDM lancar
  3. 03

    Klaim Tax Holiday untuk PMA Smelter

    Pendampingan pengajuan tax holiday 50%-100% selama 5-20 tahun untuk investasi baru di PMA pertambangan dan smelter (nikel, alumina, tembaga, dll). Termasuk untuk investasi smelter hilirisasi yang sangat didorong pemerintah. Optimalisasi struktur PMA untuk qualify.

    • Tax holiday terutilisasi
    • Fasilitas pajak dikaji
    • Hilirisasi efisien
  4. 04

    Optimalisasi Divestasi Saham

    Pendampingan divestasi saham PMA ke pihak Indonesia: struktur divestasi yang efisien pajak, valuasi perusahaan, dan negosiasi dengan BUMN/pemda. Termasuk untuk peristiwa pajak divestasi (PPh atas capital gains) yang optimal.

    • Divestasi efisien
    • PPh divestasi optimal
    • Compliance PMA
  5. 05

    PPN Multi-Produk Logam

    Setup pembukuan PPN multi-produk: bijih mentah, konsentrat, ferronikel, alumina, tembaga katoda. Termasuk akun PPN keluaran per produk, PPN masukan dari operasional, dan PPN 0% untuk ekspor dengan PEB. Rekonsiliasi PPN per bulan.

    • PPN multi-produk rapi
    • PPN ekspor valid
    • SPT PPN lancar
  6. 06

    Compliance Larangan Ekspor Bijih Mentah

    Pendampingan kepatuhan larangan ekspor bijih mentah: verifikasi PEB hanya untuk produk smelter, rekam jejak, dan komunikasi dengan Kemendag. Termasuk untuk perusahaan dalam transisi membangun smelter (timeline dan tax planning).

    • Ekspor compliant
    • Tidak ada sanksi Kemendag
    • Produk smelter terverifikasi
  7. 07

    Compliance AMDAL & Pengelolaan Tailing

    Pendampingan pengurusan AMDAL (ANDAL, RKL, RPL) untuk tambang bijih logam: komunikasi dengan KLHK, monitoring lingkungan (tailing disposal, kolam penampung), dan reklamasi pasca tambang. Termasuk untuk izin PHLB (Pengelolaan Limbah B3) untuk tailing B3.

    • AMDAL compliant
    • Tailing terkelola
    • Risiko sanksi KLHK rendah

Cara kami bekerja

  1. 01

    Assessment IUP & Skala

    Pemetaan: status IUP (Eksplorasi/Operasi Produksi), jenis logam, skala penambangan, channel penjualan (lokal/ekspor), dan pain point royalti/tax holiday/divestasi/larangan ekspor.

  2. 02

    Review Pajak & Compliance

    Review eligibilitas PPh Final UMKM, validasi PPN per produk logam, identifikasi royalti/PNBP, dan analisis tax holiday divestasi PMA.

  3. 03

    Setup Pembukuan & Tax Holiday

    Implementasi pembukuan multi-produk logam, akun royalti/PNBP, template tax holiday, dan SOP divestasi. Termasuk compliance AMDAL.

  4. 04

    Pendampingan & Audit

    Review bulanan SPT, pendampingan saat audit DJP, pemeriksaan ESDM (IUP, royalti), KLHK (AMDAL), dan update regulasi minerba.

Regulasi terkait

  • PP 55/2022

    PPh Final UMKM 0,5%

    Tambang rakyat bijih logam skala kecil (tambang emas rakyat, PETI) dengan omzet di bawah Rp 4,8 Miliar per tahun dapat memilih PPh Final UMKM 0,5%. Untuk perusahaan pertambangan besar (IUP PMA/PMDN) menggunakan tarif PPh badan Pasal 17 (22%) dengan berbagai pungutan KLHK.

  • UU Minerba 4/2009 jo. UU 3/2020

    IUP, IUPK, dan Kontrak Karya

    Setiap perusahaan pertambangan bijih logam (nikel, bauksit, tembaga, emas, timah) wajib memiliki IUP dari Kementerian ESDM. IUP Eksplorasi (survei), IUP Operasi Produksi (penambangan), atau IUPK (IUP Khusus). Tambang besar (Freeport, Newmont, Vale) menggunakan Kontrak Karya generasi yang lebih lama.

  • PP 81/2014 jo. PP 26/2022

    Royalti & PNBP Minerba (Nikel, Bauksit, dll)

    Pemegang IUP bijih logam dikenai royalti (iuran produksi) yang disetor ke negara: 5%-10% dari nilai penjualan untuk nikel, bauksit, tembaga (tergantung harga acuan dan jenis logam). Royalti masuk ke kas negara dan sebagian menjadi DBH ke daerah penghasil. Tanpa pembayaran royalti, IUP bisa dicabut.

  • PMK 130/2020

    Tax Holiday untuk Industri Pertambangan & Smelter

    Industri pertambangan (termasuk bijih logam) dan smelter (pengolahan) mendapat tax holiday: pengurangan PPh badan 50%-100% selama 5-20 tahun. Syarat minimum investasi Rp 500 Miliar-1 Triliun (tergantung jenis). Tax holiday sangat penting untuk smelter nikel yang menjadi prioritas hilirisasi pemerintah.

  • Permen ESDM 7/2020

    Divestasi Saham PMA

    PMA pertambangan wajib melakukan divestasi saham secara bertahap ke pihak Indonesia: tahun ke-10 (5%), ke-15 (10%), ke-20 (15%), ke-25 (20%), ke-30 (30%). Divestasi jadi peristiwa pajak (capital gains). Penting untuk struktur divestasi yang efisien pajak.

  • Permen ESDM 11/2020 jo. Permen ESDM 7/2020

    Larangan Ekspor Bijih Mentah

    Sejak 2020, ekspor bijih nikel, bauksit, dan bijih logam mentah lainnya DILARANG sesuai Permen ESDM 11/2020. Hanya produk smelter (ferronikel, nikel matte, alumina, tembaga katoda) yang boleh diekspor. Larangan ekspor untuk mendorong hilirisasi dalam negeri.

  • Permen LHK 13/2011

    AMDAL & RKL-RPL Pertambangan

    Setiap pertambangan wajib memiliki AMDAL (ANDAL, RKL, RPL) yang mencakup analisis dampak lingkungan, pengelolaan limbah B3 (slag, tailing), dan reklamasi pasca tambang. Tambang tanpa AMDAL bisa disegel KLHK. Tailing nikel dan alumina butuh pengelolaan khusus.

Kalau kantor pajak mulai bertanya

Tim yang mengurus pembukuan dan pajak Anda juga yang mendampingi saat datang SP2DK, pemeriksaan, sampai keberatan dan banding.

Cara kami menangani sengketa pajak

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah perusahaan tambang bijih logam wajib PKP dan kena PPN 11%?

Tambang kecil dengan omzet di bawah Rp 4,8 Miliar per tahun tidak wajib PKP. Tambang menengah-besar dengan omzet di atas Rp 4,8 Miliar wajib PKP, dengan PPN 11% untuk bijih logam, konsentrat, dan produk smelter. Ekspor produk smelter mendapat PPN 0% dengan PEB. PPN masukan dari operasional (bahan peledak, alat berat, BBM, listrik) bisa di-recover.

Berapa tarif royalti bijih nikel, bauksit, dan tembaga?

Royalti bijih logam bervariasi 5%-10% dari nilai penjualan tergantung jenis logam dan harga acuan (benchmark price) yang ditetapkan Kementerian ESDM. Nikel 5%-7%, bauksit 5%-7%, tembaga 5%-7%, emas 5%-7%, timah 3%-5%. Perhitungan royalti menggunakan harga acuan bulanan dari ESDM. Tambang yang melanggar pembayaran royalti bisa kena sanksi pencabutan IUP.

Apakah PMA tambang mendapat tax holiday?

Ya, PMA pertambangan bijih logam dengan investasi baru minimal Rp 500 Miliar-1 Triliun eligible mendapat tax holiday 50%-100% selama 5-20 tahun sesuai PMK 130/2020. Tax holiday terutama untuk investasi smelter nikel/alumina (hilirisasi) yang sangat didorong pemerintah. Syarat tambahan: TKDN minimum, penyerapan TK, dan rencana kerja. Tax allowance juga tersedia sesuai PP 28/2021 untuk investasi yang tidak memenuhi syarat tax holiday.

Bagaimana divestasi saham PMA ke Indonesia?

PMA pertambangan wajib melakukan divestasi saham secara bertahap ke pihak Indonesia (BUMN, pemda, atau pihak swasta Indonesia): tahun ke-10 (5%), ke-15 (10%), ke-20 (15%), ke-25 (20%), ke-30 (30%). Divestasi jadi peristiwa pajak yang bisa kena PPh atas selisih harga (capital gains). Penting untuk struktur divestasi yang efisien pajak dan valuasi perusahaan yang fair.

Mengapa ekspor bijih nikel mentah dilarang?

Sejak Permen ESDM 11/2020, ekspor bijih nikel mentah DILARANG. Tujuannya untuk mendorong hilirisasi dalam negeri (smelter nikel menjadi baterai lithium untuk EV). Banyak PMA bangun smelter terintegrasi (Vale, Huadi, Tsingshan, GEM). Hanya produk smelter (ferronikel, nikel matte, MHP - Mixed Hydroxide Precipitate) yang boleh diekspor. Bauksit mentah juga dilarang ekspor sejak 2023.

Bagaimana pajak untuk smelter nikel?

Smelter nikel mendapat fasilitas pajak istimewa: (1) tax holiday 50%-100% selama 5-20 tahun untuk investasi baru (PMK 130/2020), (2) tax allowance 30% untuk investasi yang lebih kecil, (3) BMTP untuk mesin yang belum diproduksi di dalam negeri, (4) fasilitas kawasan berikat untuk smelter yang fokus ekspor. PPN 11% untuk penjualan dalam negeri, PPN 0% untuk ekspor. Arunika mendampingi pengajuan semua fasilitas.

Berapa biaya jasa konsultan pajak untuk pertambangan bijih logam?

Kami memakai satu daftar harga untuk semua industri. Pembukuan bulanan mulai Rp750.000/bulan (Mikro: ≤30 transaksi, 1 rekening, non-PKP) dan Rp1.250.000/bulan untuk ≤100 transaksi. Pajak bulanan mulai Rp600.000/bulan untuk orang pribadi usaha dan Rp1.000.000/bulan untuk badan non-PKP. Paket Starter badan (laporan keuangan bulanan, pajak bulanan, dan SPT Tahunan Badan) mulai Rp2.000.000/bulan untuk non-PKP dan Rp3.000.000/bulan untuk PKP. Harga final mengikuti volume dan kondisi dokumen, disampaikan sebelum mulai.

Siapa yang menangani pekerjaan pajak saya?

Pekerjaan pajak Anda ditangani konsultan pajak Arunika. Cakupan, tenggat, dan harga kami sampaikan sebelum pekerjaan dimulai.

Bagaimana jika saya menerima surat SP2DK atau pemeriksaan pajak?

Jangan panik. Hubungi kami segera untuk analisis risiko. Kami akan mendampingi Anda menyusun tanggapan yang tepat, menyiapkan bukti pendukung, dan mewakili Anda dalam pembahasan dengan Account Representative (AR) untuk meminimalkan sanksi.

Apa yang dilakukan dalam perencanaan pajak (Tax Planning)?

Kami melakukan Tax Diagnostic Check atas skema transaksi dan insentif pajak yang tersedia agar pajak dihitung sesuai ketentuan, bukan penggelapan pajak (tax evasion). Hasilnya bergantung pada fakta usaha Anda, jadi kami tidak menjanjikan angka penghematan.

Ceritakan kondisi usaha Anda

Kirimkan bidang usaha, kira-kira omzet setahun, dan apa yang sedang jadi masalah. Kami balas lewat WhatsApp.

Chat via WhatsApp