Perbedaan Data Omzet PBJT: Cara Melakukan Rekonsiliasi
Selisih omzet tidak diselesaikan dengan memilih angka yang paling kecil atau paling besar. Buat jembatan angka dari transaksi bruto sampai SPTPD dan settlement, lalu buktikan setiap diskon, void, refund, perbedaan waktu, atau komponen non-merchant.
Sumber awal
Detail transaksi POS
Kunci pencocokan
Order ID, waktu, outlet, kanal
Periode
Per masa pajak dan objek
Output
Jembatan omzet dan daftar bukti
Mengapa angka omzet berbeda
POS mencatat transaksi ketika penjualan terjadi, sedangkan bank mencatat ketika dana diterima. Platform dapat menggabungkan beberapa hari, memotong komisi, atau mengoreksi refund pada periode berikutnya. Alat rekam Bapenda juga dapat memakai cut-off dan sumber yang berbeda.
- Transaksi tunai tidak muncul di bank.
- Settlement aplikasi adalah nilai bersih, bukan otomatis omzet.
- Void dan refund dapat tercatat pada tanggal berbeda.
- Tip, ongkir, service charge, dan PBJT dapat tercampur dalam total penerimaan.
Susun jembatan omzet per kanal
Mulailah dari penjualan bruto POS, kurangi pembatalan yang sah dan diskon yang terdokumentasi, lalu petakan PBJT, service charge, serta komponen lain. Setelah memperoleh nilai transaksi, cocokkan dengan kas, kartu, QRIS, transfer, dan settlement aplikasi.
Buat daftar transaksi yang belum cocok, bukan satu akun selisih tanpa detail. Untuk multi-outlet, lakukan rekonsiliasi per objek sebelum konsolidasi perusahaan.
Menjawab permintaan klarifikasi Bapenda
Jawaban sebaiknya menyebut sumber data, periode, metode rekonsiliasi, hasil, dan bukti. Jika ada kesalahan SPTPD, periksa apakah pembetulan masih dapat dilakukan dan hitung konsekuensi kurang atau lebih bayar sebelum mengirim perubahan.
Sumber resmi
Tarif, ambang omzet, tenggat, dan tampilan portal dapat berubah. Periksa kembali sumber berikut sebelum mengambil tindakan untuk masa pajak tertentu.
FAQ Perbedaan Data Omzet PBJT: Cara Melakukan Rekonsiliasi
Apakah mutasi bank dapat langsung dianggap omzet PBJT?
Tidak selalu. Mutasi bank dapat berisi settlement lintas hari, transfer antar-rekening, modal, refund, atau penerimaan non-objek. Semua perlu dipetakan ke transaksi.
Bagaimana jika laporan POS lama sudah hilang?
Dokumentasikan keterbatasan dan rekonstruksi dari sumber paling andal seperti invoice, bank, QRIS, aplikasi, buku besar, dan data pihak ketiga. Jelaskan metode secara konsisten.
Apakah selisih omzet selalu berarti kurang bayar?
Tidak. Selisih dapat berasal dari cut-off, komponen non-merchant, duplikasi, atau kesalahan pemetaan, tetapi setiap penyebab harus dibuktikan.
Perlu menilai kasus PBJT usaha Anda?
Siapkan lokasi usaha, masa pajak, omzet per kanal, status objek, dan surat dari Bapenda. Tim Arunika dapat membantu memetakan dokumen serta langkah berikutnya.